Langsung ke konten utama

Rekreasi Gratis di Jakarta: Ayo Ke Taman Menteng


Tinggal di Jakarta, mau ajak anak-anak bermain ke mana sih enaknya? Playground mana yg aman, nyaman dan anak-anak senang bermain di situ? Di mall ada Lollypop atau Kidzania. Mereka bisa bermain melatih motorik. Tapi, orang tuanya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk itu. Kalau yg murah atau gratisan di mana ya?

Hare gene ada gitu yang gratisan di Jakarta?
Hehehe...ada lah....

Asal rajin dan pintar mencari, masih ada kok yg gratis dan berkualitas di Ibukota yg konon katanya begitu kejam dan matre. :)

Di mana tuh?
Maen aja ke Taman-taman Kota di Jakarta.

Sejak jaman Foke alias Gubernur Fauzi Bowo, banyak area kumuh yang disulap menjadi taman kota yg cantik, menarik dan interaktif. Sebut saja misalnya, Taman Menteng, Taman Kelapa Gading, dan Taman BKT. Taman-taman yang legedaris pun banyak yang dipercantik dan ditambah fasilitas serta amenities-nya, seperti Taman Surapati, Taman Situ Lembang, Taman Kodok, dan lainnya. Nah, yang tadi disebutkan itu, taman-taman yang pernah kami kunjungi. Letaknya di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Di belahan Ibukota lainnya tentu banyak juga taman kota yang menarik dan belum sempat kami kunjungi. Barangkali ada teman yang bisa sharing?

TAMAN MENTENG, JAKARTA PUSAT

Ini taman kota yang paling sering kami kunjungi. Dari jaman masih tingting sampai anak dua, tetap saja mainnya ke sini. Soalnya di sini pagi sampai malam ramai terus. Tidak mengherankan karena lokasinya di downtown (pusat kota), Jalan HOS Cokroaminoto. Sejak dulu sampai sekarang, kawasan ini terkenal sebagai pusat jajanan kaki lima yang ditongkrongin para eksekutif muda Ibukota.

Sebelum diubah jadi taman (tahun 2007), lokasi ini dahulunya Stadion Menteng, markas klub sepakbola Persija. Di salah satu sisi situ, di atas lapangan rumput, ada patung besi dengan siluet pemain sepakbola sebagai pengingat sejarah tersebut. Bisa juga main bola di lapangan situ bareng anak-anak. Lari-larian mengejar bola…


Siluet pemain bola untuk mengenang Stadion Persija yang dulu berlokasi di Taman Menteng ini

Lapangan rumput di Taman Menteng, Jakarta

Kami suka ke Taman Menteng bersama anak-anak. Di sini ada arena bermain (playground) tempat mereka bermain panjat-panjatan, perosotan atau bikin istana pasir. Anak remaja bisa main futsal atau basket di lapangan yang tersedia. Yang dewasa, mau jogging atau jalan kaki juga bisa. Selesai olahraga, bisa mandi dan ganti baju di toiletnya yang cukup terpelihara.

Taman bermain anak di Taman Menteng, Jakarta

Main futsal di Taman Menteng

Komunitas atraksi sepeda di Taman Menteng

Mau minum atau makan juga gampang. Mas dan mamang bersepeda siap melayani Anda menyajikan pop mie, kopi, teh, atau nutrisari. Tukang tahu gejrot juga ada. Kalau mau yang lebih "berat", ada tukang gerobak jualan bubur ayam atau siomay.

Kalau sekedar mau nongkrong menikmati indahnya suasana, Taman Menteng ini memang tempatnya. Di antara yang lain, desain Taman Menteng paling modern, hasil sayembara desain tahun 2004.  Bangunan Kaca di tengah taman kontras menyatu dengan hijau dan asrinya pohon dan tanaman. Di sudut taman menghadap ke jalan ada Dancing Fountain, air mancur yang semburan airnya diatur komputer sehingga seakan menari berirama variatif.

Air Mancur yang bisa menari di sudut Taman Menteng

Desain modern Taman Menteng

Pepohonan dan bunga-bunga indah bertumbuh di taman ini. Begitu asri. Tak heran banyak yang menjadikan taman ini latar untuk foto-foto narsis mereka. Bahkan, banyak juga pasangan yang berfoto pre-wedding di Taman Menteng ini. Kaca-kaca dari glass-house memberi kesan modern metropolis sementara pohon dan bunga memberi keseimbangan kelembutan nan indah. Wuihhh…mantabb, Gan! Taman yang fotogenik.

Fotografer memotret model dan fotografer mengabadikan objek-objek menarik di Taman Menteng


Kalau datang ke Taman Menteng, kami biasanya parkir di depan Taman Kodok, yaitu di jalan kecil, Jalan Kertosono. Letaknya bersebelahan dengan Taman Menteng. Kalau mau ke sini, dari Jalan HOS Cokroaminoto belok kiri ke Jalan Besuki melewati SD-nya Barack Obama, lalu belok kiri, masuk ke Jalan Kertosono. Sampai deh.

Di Taman Menteng sebetulnya disediakan gedung parkir 5 lantai yang cukup menampung 146 mobil dan 200 sepeda motor. Tapi parkir di situ sepi. Jarang ada mobil yang parkir dan tidak ada petugas parkir yang menjaga. Malahan, yang ada anak-anak ABG yang nongkrong di lantai atas situ. Jadinya kami takut mobil tidak aman. Jadi, kami lebih memilih parkir on street saja. Lebih terlihat orang banyak serta memudahkan pula untuk mengambil barang-barang seperti stroller bayi, mainan anak (sekop, ember pasir, bola, dll).

Gedung parkir 5 lantai di Taman Menteng

Oiya, satu lagi yang enak dari Taman Menteng ini. Kalau ke sini gampang untuk cari tempat sholat. Di Taman Menteng ada musholla, di dekat tangga di lantai dasar gedung parkir. Jadi, kalau ke-maghrib-an, bisa sholat di situ. Tapi kalau mau ke masjid juga dekat. Ada masjid yang bersih dan terawat di seberang taman, namanya Masjid Raya Al Hakim.

Komentar

TAS PREMIUM INDONESIA

TAS PREMIUM INDONESIA
INDONESIAN PREMIUM BRAND

Postingan populer dari blog ini

Toko Roti dan Kue di Cipinang, Pondok Bambu dan Pondok Kopi: Maharani, Mayestik dan Sedap Wangi

Kemarin dua hari berturut-turut kami dapat dua tempat makan yang layak dibahas masuk blog keren ini. :) Yang satu toko roti plus mini resto, yang satu lagirestoran legendaris. Lokasinya berdekatan. Tidak samping-sampingan memang, tapi masih di area yang sama. Untuk ukuran Jakarta ini masih sangat dekat. Masih satu kelurahan, terpisah hanya sekitar 2 km atau 20 menit berkendaran bermotor. Dekat kan? 
Gara-garanya begini. Suatu sore kala mencari tempat memesan kue ulang tahun untuk si Mei Mei, kami menemukan toko kue dan roti “baru”. Sebenarnya, kaminya yang baru tahu. Kalau toko roti ini sih sepertinya sudah lama banget. Namanya “SEDAP WANGI”. Istri saya senang sekali sebab ia seorang penggemar bolu, roti, cake, donuts, dan kudapan manis lainnya. Sebelumnya, di kawasan Duren Sawit sini kami baru punya dua tempat andalan yaitu Mayestik di Pondok Bambu dan Maharani di Pondok Kopi. Nah, sekarang ia punya pilihan alternatif rasa dan varian: Toko sekaligus Pabrik Roti “Sedap Wangi” di Cipi…

Tempat Makan yang Suasana Alam di Jakarta Timur; Makan di Saung

Sebagai warga Jakarta, kami merindukan makan siang di tempat yang asri. Di bawah rindangnya pepohonan, dengan semilir angin membelai lembut, dan menikmati pemandangan hijau serta kolam ikan yang bergemericik. Yah..rada-rada kaya di Saung Mang Engking Depok gitu deh....Tapi di sini di mana? D tengah belantara hutan beton, di manakah ku harus mencarinya... Ahayyy....

Beruntung sekali, saat pulang dari Taman Gratis Hendropriyono, kami menemukannya! Sebuah rumah makan di kawasan Ceger Taman Mini Jakarta Timur, yang rindang sesuai namanya: Rindang Alam.


Dan tahukah Anda, bila sedang berada di sekitar Ceger sampai Kampung Rambutan atau Taman Mini cukup sulit untuk menemukan rumah makan yang representatif. Dalam artian, makanannya enak dan variatif, harganya tidak mengagetkan, serta tempatnya nyaman terutama untuk keluarga dengan anak kecil atau menjamu tamu/rekan bisnis. Bahkan untuk rapat atau acara perayaan juga bisa, sebab di Rumah Makan Rindang Alam juga ada ruang pertemuannya. Cukup b…

Panduan Mudik Jakarta - Palembang Jalan Darat Bawa Mobil

Mau ke Palembang nih ceritenye? Ade ape?
Oohh...lagi dinas ya? Urusan kantor?
Atau lagi kondangan, dapet undangan pernikahan saudara dekat?

Kalau kami, kebetulan baru aja silaturahmi sekaligus liburan. Yah,.. belated homecoming gitu dehh,...alias mudik telat. Udah lebaran ketiga baru deh beranjak ke kampung halaman, meluncur pakai mobil, jalan darat Jakarta – Palembang.

Jadinya sih enak juga. Jalanan kosong melompong sepanjang jalan. Belum ada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beropearsi. Truk dan pick up pengangkut logistik juga belum pada jalan. Lengang....Alhasil, jarak 600 km ditempuh dalam waktu hanya 18 jam saja. Kami berangkat dari rumah Pondok Kelapa jam 4:00 pagi, dan tiba di Plaju, Palembang jam 22:00. Ini tergolong cepat, sebab bilamana musim mudik, perjalanan bisa sampai 24 jam bahkan 36 jam. Wuih,..lama ya?

Iya,..sebab yang bikin lama itu antri di Pelabuhan Merak waktu mau masuk kapal Ferry. Pernah tuh, dua tahun yang lalu,..kami antri sampai 6 jam di pelataran p…
Custom Search