Langsung ke konten utama

Di Mana Sosis Paling Enak di Bandung?

Kalau sate paling enak, jawabannya Sate Maranggi Purwakarta. Kalau masakan kepiting, tentu saja di Parit 9, Bandung. Nah, kalau sosis yang paling enak? Istri saya lugas menjawab: Winner Bratwurst!

Lhoh...bukannya sosis hotdog -nya Seven Eleven?
Yeee,..di Sevel sih yang enak keju cairnya! Plus cincang tomat dan acar timunnya. Kasih bawang putihnya juga. Hmm,..so yummy.... Minumnya,...apalagi kalau bukan BIR ! Ya,..bir,..tapi zero alkohol... hahahahaha...  So rebellious!  wkwkwkwkwkw  :P

Sebentar, tarik nafas dulu... berhenti ketawa,..sekarang kita kembali ke Winner Bratwurst...

Hmmm...


Jadi begini...kala itu kami sedang menginap di Summer Hills Bandung. Nah, hotel ini letaknya tidak jauh dari Winner Bratwurst yang terkenal itu. Hanya sepelemparan tombak Wiro Sableng, sekitar 200 meter. Jadilah di sore hari kami sempatkan mampir mencicipi sosis bakar ala Jerman. Menu andalannya sekaligus favorit pemirsa, Bavarian Bratwurst (Rp 48.000) dan Sop Jamur (Rp 20.000). Minumnya Teh Tawar (Rp 4.500) dan Strawberry Juice (Rp 13.000). Yang terakhir ini pilihan anak kami,..favoritnya memang.

Rasanya bagaimana?

Bavarian Bratwurst (sosis + kentang + nugget), Sop Jamur, Teh tawar 

Sosis Bakar Jerman di Winner Bratwurst tentunya tak terperikan lagi kelezatan rasanya. Juara banget! Sesuai sekali dengaann namanya. Bratwurst = Sosis / daging cincang yang dibungkus (bahasa jerman). Winner = Juara (bahasa Inggris).

Sosisnya buatan sendiri. Ada bermacam jenis yang sudah dikemas, mereka jual di situ. Memang, sebelum buka kafe, mereka awalnya jualan sosis ala Jerman. Tahun 1980-an. Sampai kemudian tahun 2000-an rumah tinggal mereka di Geger Kalong ini diubah menjadi Kafe. Atapnya pakai struktur tensile (tenda), jenis konstruksi bangunan kontemporer masa kini yang kebetulan pionir dan pakarnya kebanyakan arsitek asal Jerman seperti Frei Otto, Mahmoud Bodo Rasch dan Jörg Schlaich .



Betul-betul nuansa Jerman. Boneka-boneka berpakaian khas bavarian juga menjadi elemen interior di Kafe Winner ini. Juga ada bendera negara-negara bagian di Jerman (state flag / Landesdienstflagge) yaitu: negara bagian Baden-Württemberg, Bavaria, Hesse, North Rhine-Westphalia, dan Saarland.



Mau mencoba bir ala Oktober Fest? Hmmm...sepertinya di sini ada juga ya? Ada gak sih? Soalnya kemarin lupa memperhatikan menunya. :)

Mushroom soup yang disajikan juga enak banget. Beyond my expectation. Tadinya saya kira bakal disajikan sup jamur kancing seperti yang biasa di kafe lainnya. Tapi ini ternyata jamur serat yang enak dan harum. Juice Strawberrynya juga nikmat, karena asli strawberry tanpa sirup.

Tertarik pengen ke Winner Bratwurst? Bagaimana caranya?

Selain yang asli yang di Setrasari ini, Sosis Winner Bratwurst bisa juga ditemui di beberapa cabangnya antara lain di Rest Area Tol Pasteur, Setiabudi 31 dan Dago. Kalau kebetulan lagi di sekitaran Setiabudi, maka langsung saja cari lampu merah pertigaan Geger Kalong (dekat EnHai - sekolah pariwisata NHI). Belok ke Jalan Geger Kalong Hilir itu, lurus saja sekitar 1 km melewati Akademi Telkom tapi jangan sampai ke KPAD (kompleks Angkatan Darat). Kalau ketemu KPAD berarti Anda kelewatan, sebab setelah Akademi Telkom itu, jalan perlahan saja tengok ke kiri. Ada jalan kecil yang menurun (dengan petunjuk arah ke Hotel Summer Hills). Belok ke jalan itu (Jalan Setrasari). Nah langsung stop. Kira2 rumah kedua dari belokan itu, itulah Winner Bratwurst.

Selamat menikmati!

Winner Bratwurst
German Restaurant, Café, and Hot Dog
Alamat: Jl. Setrasari No. 42 (Gegerkalong Hilir)
Bandung, Jawa Barat 40152
Telpon: 022-2013138

Komentar

TAS PREMIUM INDONESIA

TAS PREMIUM INDONESIA
INDONESIAN PREMIUM BRAND

Postingan populer dari blog ini

Tempat Makan yang Suasana Alam di Jakarta Timur; Makan di Saung

Sebagai warga Jakarta, kami merindukan makan siang di tempat yang asri. Di bawah rindangnya pepohonan, dengan semilir angin membelai lembut, dan menikmati pemandangan hijau serta kolam ikan yang bergemericik. Yah..rada-rada kaya di Saung Mang Engking Depok gitu deh....Tapi di sini di mana? D tengah belantara hutan beton, di manakah ku harus mencarinya... Ahayyy....

Beruntung sekali, saat pulang dari Taman Gratis Hendropriyono, kami menemukannya! Sebuah rumah makan di kawasan Ceger Taman Mini Jakarta Timur, yang rindang sesuai namanya: Rindang Alam.


Dan tahukah Anda, bila sedang berada di sekitar Ceger sampai Kampung Rambutan atau Taman Mini cukup sulit untuk menemukan rumah makan yang representatif. Dalam artian, makanannya enak dan variatif, harganya tidak mengagetkan, serta tempatnya nyaman terutama untuk keluarga dengan anak kecil atau menjamu tamu/rekan bisnis. Bahkan untuk rapat atau acara perayaan juga bisa, sebab di Rumah Makan Rindang Alam juga ada ruang pertemuannya. Cukup b…

Rumah Makan Arab: Nasi Kebuli dan Sate Kambing di Condet, Jakarta Timur

Kemaren makan di restoran Jepang. Hari ini mau cobain restoran Arab. Mau masakan Arab?

Nih ada rekomendasi yang enak bin lezat bin ajibbb...Saya tahunya dari istri saya, sementara ia tahu dari temannya yang keturunan Arab yang tinggal di sekitar situ. Namanya SATE TEGAL ABU SALIM. Aha,..sang teman ini memang punya benang merah erat sekali dengan rumah makan ini. Apa pasal? Coba simak! Pertama, ia dan “Abu Salim” sama-sama keturunan Arab. Kedua, mereka sama-sama berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Dan ketiga, tinggalnya pun berdekatan: satu di Cililitan, satu lagi di Condet. Klop!

Condet, terkenal dengan salaknya. Di sini, selain ada perkampungan Betawi, juga banyak orang keturunan Arabnya juga. Makanya di sepanjang jalan sempit lebar dua mobil ini banyak bertebaran toko parfum, oleh-oleh haji, kurma, dan obat herbal Arab. Semuanya mirip-mirip. Jadi bingung mana tempat yang bagus untuk dikunjungi. Itulah untungnya kalau punya rekomendasi dari sobat. Walau di sini banyak rumah makan Arab, …

Panduan Mudik Jakarta - Palembang Jalan Darat Bawa Mobil

Mau ke Palembang nih ceritenye? Ade ape?
Oohh...lagi dinas ya? Urusan kantor?
Atau lagi kondangan, dapet undangan pernikahan saudara dekat?

Kalau kami, kebetulan baru aja silaturahmi sekaligus liburan. Yah,.. belated homecoming gitu dehh,...alias mudik telat. Udah lebaran ketiga baru deh beranjak ke kampung halaman, meluncur pakai mobil, jalan darat Jakarta – Palembang.

Jadinya sih enak juga. Jalanan kosong melompong sepanjang jalan. Belum ada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beropearsi. Truk dan pick up pengangkut logistik juga belum pada jalan. Lengang....Alhasil, jarak 600 km ditempuh dalam waktu hanya 18 jam saja. Kami berangkat dari rumah Pondok Kelapa jam 4:00 pagi, dan tiba di Plaju, Palembang jam 22:00. Ini tergolong cepat, sebab bilamana musim mudik, perjalanan bisa sampai 24 jam bahkan 36 jam. Wuih,..lama ya?

Iya,..sebab yang bikin lama itu antri di Pelabuhan Merak waktu mau masuk kapal Ferry. Pernah tuh, dua tahun yang lalu,..kami antri sampai 6 jam di pelataran p…
Custom Search