Langsung ke konten utama

Tom Yam Enak Favoritnya Laudya Chintya Bella

Restoran CJ Tom Yam di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta
Keluarga kami suka jalan-jalan ke tempat yang sejuk. Yang dekat Jakarta tentunya ke Bandung atau Bogor. Tapi, kadang ingin juga mencari lokasi yang sejuk dan rimbun di Kota Jakarta. Sebetulnya ada kok beberapa tempat yang demikian, seperti di Cilangkap,  Cipayung dan sekitar Taman Mini, Jakarta Timur. Namun, Kali ini kami memilih ke arah Jakarta Selatan. Saya ingat, di sekitar Ragunan suasananya masih hijau dan nyaman. Jadinya, sore itu kami meluncur dari pondok kelapa masuk ke tol JORR (Lingkar Luar).

Ke luar di exit tol Lenteng Agung lalu menyusuri jalan di pinggir tol TB Simatupang, belok kiri ke arah Kebun Binatang Ragunan. Kami jalan-jalan sore menikmati suasana rimbun dan sejuk Ragunan, Jagakarsa dan Cilandak. Di daerah Kahfi memang masih suasana alami dengan pepohonan rimbun. Apalagi saat itu Jakarta sedang diguyur hujan, jadinya makin segar rasanya.

Menjelang sore, perut terasa mulai lapar. Saya ingat ada restoran Tom Yam yang saya yakin ini salah satu favoritnya Laudya Chintya Bella. Namanya CJ Tom Yam, kepunyaannya sang pacar, yaitu Chico Jericho. Bisa ketebak dong “CJ” asalnya dari inisial siapa?

Memang keluarganya CJ (ayahnya) berasal dari Thailand jadi tahu sekali bagaimana cita rasa masakan Thailand yang sebenarnya. Jadinya mereka memutuskan membuka rumah makan Thailand yang ternyata memang dapat respon bagus dari para pemirsa..eh,..penikmat kuliner Jakarta. Ya,…kabarnya kokinya didatangkan langsung dari Thailand lho.
Interior Rumah Makan CJ Tom Yam, Lebak Bulus, Jakarta

Kami memesan Tom Yam Sea Food. Isinya beragam makanan laut yaitu ikan, udang, kerang, dan cumi, disajikan dengan kuah tom yam yang pedas, asin, asam dan manis. Semua rasa berbaur nikmat yang dicirikan oleh rempah,  kecap ikan (nam pla), jahe, daun ketumbar, serai, dan kemangi khas thailand. Sedap mantabb karena semua sea-food nya masih segar. Dimasaknya pas, tidak kelamaan sehingga kerang dan udangnya masih terasa kenyal. Porsinya lumayan besar. Pesan satu bisa buat berdua. Jadi enak buat ‘makan tengah’.
Tom Yam Sea Food dan Thai Tea
Selain Tom Yam, sebetulnya banyak juga lho kuliner Thailand yang memang enak juga dan bisa dinikmati di CJ Tom Yam. Ada Thai Tea…(yang ini menurut saya lebih enak dari Thai Tea-nya J-Co), atau singkong Thailand. Nah, kuliner ini berupa ubi kayu alias ketela alias singkong rebus yang dibubuhi semacam cocolan yang manis mirip fla. Pesan satu porsi cukup untuk berdua, karena porsinya besar. Rasanya? Ya enak juga… :)
Singkong Thailand di CJ Tom Yam
Oya, di mana nih CJ TOM YAM?

Masuk Tol TB Simatupang (JORR / Lingkar Luar Jakarta), kalau dari arah Cawang menuju Tangerang, melewati Cilandak dan Fatmawati, keluar di exit Ciputat. Lalu menyusuri pinggir tol (Jalan RA Kartini). Pelan-pelan saja. sebelum Mall Point Square – jangan sampai kelewatan – ada Jalan belok ke kiri. Masuk ke situ. Itu namanya Jalan Adyaksa Raya (saya kebetulan tahu jalan ini karena ada teman saya yang rumahnya di komplek daerah sini). Terus aja lurus di jalan ini. Jalanannya rindang banyak pohon serta jalur kiri dan kanan dipisahkan oleh kali. Banyak rumah makan di jalan ini, di antaranya Mie Ceker Bandung, Tidak jauh, nanti ketemu persimpangan. Nah, CJ Tom Yam persis di salah satu pojokan simpang empat ini. Letaknya bersebelahan dengan Indo Maret.

CJ Tom Yum
Jl. Adhiyaksa No. 5, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Telpon (021) 7592-1405

Komentar

TAS PREMIUM INDONESIA

TAS PREMIUM INDONESIA
INDONESIAN PREMIUM BRAND

Postingan populer dari blog ini

Toko Roti dan Kue di Cipinang, Pondok Bambu dan Pondok Kopi: Maharani, Mayestik dan Sedap Wangi

Kemarin dua hari berturut-turut kami dapat dua tempat makan yang layak dibahas masuk blog keren ini. :) Yang satu toko roti plus mini resto, yang satu lagirestoran legendaris. Lokasinya berdekatan. Tidak samping-sampingan memang, tapi masih di area yang sama. Untuk ukuran Jakarta ini masih sangat dekat. Masih satu kelurahan, terpisah hanya sekitar 2 km atau 20 menit berkendaran bermotor. Dekat kan? 
Gara-garanya begini. Suatu sore kala mencari tempat memesan kue ulang tahun untuk si Mei Mei, kami menemukan toko kue dan roti “baru”. Sebenarnya, kaminya yang baru tahu. Kalau toko roti ini sih sepertinya sudah lama banget. Namanya “SEDAP WANGI”. Istri saya senang sekali sebab ia seorang penggemar bolu, roti, cake, donuts, dan kudapan manis lainnya. Sebelumnya, di kawasan Duren Sawit sini kami baru punya dua tempat andalan yaitu Mayestik di Pondok Bambu dan Maharani di Pondok Kopi. Nah, sekarang ia punya pilihan alternatif rasa dan varian: Toko sekaligus Pabrik Roti “Sedap Wangi” di Cipi…

Makan Apa Enaknya kalau lagi di Grand Metropolitan Mall, Bekasi?

Kalau lagi di Metropolitan Mall Bekasi enaknya makan di Eaton. Nah kalau lagi di mall tetangganya: Grand Metropolitan Mall...makan apa dong?

Ini dia saya kasih tahu. Tak sengaja kami menemukannya...

Gara-garanya kan begini. Sudah lazim bilamana menjelang buka puasa, mulai jam 4 sore, di Jakarta macetnya minta ampun. Tak terkecuali di Bekasi. Nah, saat itu kami sedang di Mal Grand Metropolitan. Mau pulang tapi antrian di pintu keluar kok ya sudah mengular panjang sekali. Belum lagi mobil “parkir berjamaah” di Jalan Kalimalang... Fiuhhh..!

Daripada daripada, akhirnya kami putuskan saja untuk buka bersama di mall. Bukan bareng teman-teman, tapi bareng keluarga kecil kami alias buka puasa sekeluarga... Hehehe... Ini sih sudah hampir tiap hari ya memang makan bareng sih... :P

Biasanya kami kalau lagi di Mall, kami makannya di foodcourt Eat & Eat. Banyak pilihan. Tapi sore itu kami tidak kebagian kursi. Semua sudah diduduki orang. Padahal baru jam 5 sore, lho. Masih sejam lagi berbukan…

Bagaimana caranya ke Sate Maranggi Asli Purwakarta?

Sate apa yang paling top markotop? Kalau menurut istri saya, Sate Maranggi “Cibungur” di Purwakarta. Yang asli yang di bawah rindangnya pepohonan (hutan) jati. Satenya minimalis tidak pake bumbu kacang atau pun bumbu kecap lagi. Sebabnya, semua bumbu sudah meresap masuk di daging sapi di setiap tusuknya. Rasanya memang agak manis. Biasanya istri saya kurang suka yang manis-manis. Namun kali ini ia tidak protes malah mengacungkan jempol. Top Markotop. Langsung ia mengambil kamera dan di foto untuk di share ke pemirsa. Hehehe.. Jepret..jepret.. Jebrett!

Sate Sapi Maranggi, Nasi timbel, Sambal tomat, Sop sapi dan Es kelapa muda
Kalau dirasa kurang pedas, sebetulnya Sate Maranggi ini bisa disantap pakai sambal. Ya,...sambal minimalis yang hanya terbuat dari cabe, potongan tomat, dan garam dicampurkan ke nasi timbel dan dilahap bersama sate. Sedap…Rumah Makan Sate Maranggi "Cibungur" memang tidak sedia lontong. Yang ada nasi. Tapi kalau lotek ada. Bisa jadi teman makan nasi juga.…
Custom Search