Langsung ke konten utama

Liburan Ke Ancol: Nonton di Ocean Dream Samudra


Beberapa kali ke ANCOL, baru kali ini saya ke Gelanggang Samudra atau yang sekarang dikenal sebagai OCEAN DREAM SAMUDRA. Gara-garanya anak saya tertarik lihat poster di gerbang masuk Ancol. Dia pengen nonton favoritnya, "Dora dan Diego in 4D" yang mana adanya di Teater 4 Dimensi Ocean Dreams. Jadinya, selesai makan di Bandar Djakarta, kami meluncur ke sana.  

Berhubung saat itu long week end, maka wajar kalau ternyata parkir mobil penuh. Untung kami masih dapat satu tempat di parking lot seberang Pasar Seni, di dekat Gondola dan Sea World. Itu pun setelah berputar-putar beberapa kali. Nah, pas di parkiran ini ada upaya ‘upaya penipuan’ dari orang tak dikenal yang nongkrong di situ. Kami ditawari semacam voucher diskon 50% untuk tiket masuk. Ohoho…cukup menggiurkan mengingat tiket masuk Ocean Dreams normalnya Rp 110 ribu per orang (anak di atas usia 2 tahun bayar penuh). Satu voucher cukup beli ke dia Rp 20 ribu. Kalau bertiga jadi 60 ribu. Tapi kok aneh, karena bentuk vouchernya berupa fotokopi flyer bertuliskan: “tunjukkan flyer ini di loket untuk dapat diskon 50%”. Hmmmm….untung saja kami tidak beli flyer aneh itu, sebab ternyata Ocean Dream sedang promo diskon 50% untuk tiket masuk bagi semua pengunjung. Nah lho… untung saja… :)

Seperti namanya, GELANGGANG SAMUDERA memang menyajikan berbagai ARENA atraksi dari hewan-hewan laut seperti lumba-lumba dan singa laut. Tidak hanya itu, ada juga atraksi dari hewan-hewa sungai dan darat ditambah berbagai pertunjukan di teater. Ada sekitar 6 – 8 pertunjukan yang bisa disaksikan dengan tiket terusan yang sudah kita bayar tadi. Dulu saya tidak tertarik ke sini karena merasanya sayang kalau bayar mahal cuma buat duduk nonton hewan-hewan doang. Mendingan ke Dufan sekalian. Bisa naik Roller Coaster Halilintar atau Kora-Kora. Tapi, ternyata kalau punya anak balita, lebih cocok bawa mereka ke Ocean Dreams ini.  Atraksinya tidak terlalu ekstrim dibandingkan Dufan namun lebih interaktif dibandingkan Sea World.

Waktu kami masuk, pas Water Stuntman Show “Scorpion Pirates” akan mulai. Langsung kami menuju ke sana. Seru sekali pertunjukannya, mengisahkan perebutan keris pusaka yang bisa memberi kekuatan pada pemiliknya. Puluhan stuntman cowo dan cewe berjoget, berkelahi, dan berakrobat, lengkap dengan ledakan bom, dentum meriam, dan jet ski yang berseliweran akrobatik. Saking serunya, anak kami saja sampai-sampai teriak bekali-kali: Look out!...Watch out!...Oya, bagi yang membawa bayi dalam gendongan, duduknya di tribun atas ya. Kalau di depan, bisa kena cipratan air (dari ledakan) atau pun yang sengaja disemburkan oleh jet ski.


Selepas Scorpion, kami langsung menuju Cinema 4D yang menurut jadwal akan segera memutar “Dora and Diego, New 4D Adventure - Catch That Robot Butterfly” tiga puluh menit lagi. Memang, jarak antar pertunjukan sudah diatur sekitar 1 jam, di mana masing-masing pertunjukan berdurasi sekitar 20 menit. Dengan demikian, kita bisa berjalan menuju ke arena selanjutnya sambil membeli minum atau makan. Jalan masuk ke Teater 4D yang bertema Pharaoh sengaja didesain gelap dan berliku. Jadinya anak-anak bisa merasakan sensasi petualangan. Sesampai di puncak, di depan pintu masuk, kita akan diberi pinjam kacamata 3 dimensi. Benda-benda di layar tampil seakan-akan keluar dari layar. Sementara dimensi ke-4 yang dimaksud adalah kursi-kursi yang bergerak mengikuti kejadian di film; bahkan ketika Diego dan Dora melewati air terjun, maka ada air yang disemprotkan ke muka kita, seakan benar-benar melewati air terjun.

Saya tidak tahu dengan yang lain, tapi kalau saya pribadi merasa kacamatanya kurang maksimal bekerja atau mata saya yang kurang bisa fokus melihat efek 3D nya. Sepanjang film, saya hanya melihat benda-benda itu berbayang dan malah bikin sakit kepala. Untung filmnya hanya berdurasi 10 menit. Selepas itu, kami menuju Pertunjukan Aneka Satwa.


Pentas Aneka Satwa ini pertunjukannya lucu.  Dipandu oleh MC yang kocak, hewan linsang (sejenis berang-berang kecil yang banyak ditemukan di Sukabumi) membuka pertunjukan dengan menunjukkan kepintarannya membuang sampah, jualan bakso, dan bermain basket. Lalu ada beruang madu usia 12 tahun. Ia pintar senam, naik sepeda, naik mobil dan main gitar. Terakhir, dimunculkanlah hewan dari Afrika yang katanya merupakan hewan terbesar ketiga di dunia setelah Gajah dan Badak. Apa itu? Ya…Hippopotamus alias Kuda Nil. Hewan ini kerjaannya makan melulu dan kalau mulutnya menganga, lebarrr sekali… hehehe..

Berhubung anak-anak sudah cape, maka kami cukupkan saja nonton tiga pertunjukan saja. Eh, sempat juga nonton lumba-lumba jumpalitan sebentar. Pas ending-nya doang. :) Tapi puas koq… Ocean Dream Samudra Ancol boleh juga dicoba tuch, terutama buat yang belum pernah liat atau yang punya anak balita. Mereka pasti senang!


Gelanggang Samudera Ancol / Ocean Dream Samudra Ancol

Alamat: Jl. Pantai Indah Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, DKI Jakarta, Indonesia
Nomor Telepon: (021) 6453456, 6454567
Nomor Fax: (021) 64710502

Komentar

TAS PREMIUM INDONESIA

TAS PREMIUM INDONESIA
INDONESIAN PREMIUM BRAND

Postingan populer dari blog ini

Toko Roti dan Kue di Cipinang, Pondok Bambu dan Pondok Kopi: Maharani, Mayestik dan Sedap Wangi

Kemarin dua hari berturut-turut kami dapat dua tempat makan yang layak dibahas masuk blog keren ini. :) Yang satu toko roti plus mini resto, yang satu lagirestoran legendaris. Lokasinya berdekatan. Tidak samping-sampingan memang, tapi masih di area yang sama. Untuk ukuran Jakarta ini masih sangat dekat. Masih satu kelurahan, terpisah hanya sekitar 2 km atau 20 menit berkendaran bermotor. Dekat kan? 
Gara-garanya begini. Suatu sore kala mencari tempat memesan kue ulang tahun untuk si Mei Mei, kami menemukan toko kue dan roti “baru”. Sebenarnya, kaminya yang baru tahu. Kalau toko roti ini sih sepertinya sudah lama banget. Namanya “SEDAP WANGI”. Istri saya senang sekali sebab ia seorang penggemar bolu, roti, cake, donuts, dan kudapan manis lainnya. Sebelumnya, di kawasan Duren Sawit sini kami baru punya dua tempat andalan yaitu Mayestik di Pondok Bambu dan Maharani di Pondok Kopi. Nah, sekarang ia punya pilihan alternatif rasa dan varian: Toko sekaligus Pabrik Roti “Sedap Wangi” di Cipi…

Tempat Makan yang Suasana Alam di Jakarta Timur; Makan di Saung

Sebagai warga Jakarta, kami merindukan makan siang di tempat yang asri. Di bawah rindangnya pepohonan, dengan semilir angin membelai lembut, dan menikmati pemandangan hijau serta kolam ikan yang bergemericik. Yah..rada-rada kaya di Saung Mang Engking Depok gitu deh....Tapi di sini di mana? D tengah belantara hutan beton, di manakah ku harus mencarinya... Ahayyy....

Beruntung sekali, saat pulang dari Taman Gratis Hendropriyono, kami menemukannya! Sebuah rumah makan di kawasan Ceger Taman Mini Jakarta Timur, yang rindang sesuai namanya: Rindang Alam.


Dan tahukah Anda, bila sedang berada di sekitar Ceger sampai Kampung Rambutan atau Taman Mini cukup sulit untuk menemukan rumah makan yang representatif. Dalam artian, makanannya enak dan variatif, harganya tidak mengagetkan, serta tempatnya nyaman terutama untuk keluarga dengan anak kecil atau menjamu tamu/rekan bisnis. Bahkan untuk rapat atau acara perayaan juga bisa, sebab di Rumah Makan Rindang Alam juga ada ruang pertemuannya. Cukup b…

Panduan Mudik Jakarta - Palembang Jalan Darat Bawa Mobil

Mau ke Palembang nih ceritenye? Ade ape?
Oohh...lagi dinas ya? Urusan kantor?
Atau lagi kondangan, dapet undangan pernikahan saudara dekat?

Kalau kami, kebetulan baru aja silaturahmi sekaligus liburan. Yah,.. belated homecoming gitu dehh,...alias mudik telat. Udah lebaran ketiga baru deh beranjak ke kampung halaman, meluncur pakai mobil, jalan darat Jakarta – Palembang.

Jadinya sih enak juga. Jalanan kosong melompong sepanjang jalan. Belum ada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beropearsi. Truk dan pick up pengangkut logistik juga belum pada jalan. Lengang....Alhasil, jarak 600 km ditempuh dalam waktu hanya 18 jam saja. Kami berangkat dari rumah Pondok Kelapa jam 4:00 pagi, dan tiba di Plaju, Palembang jam 22:00. Ini tergolong cepat, sebab bilamana musim mudik, perjalanan bisa sampai 24 jam bahkan 36 jam. Wuih,..lama ya?

Iya,..sebab yang bikin lama itu antri di Pelabuhan Merak waktu mau masuk kapal Ferry. Pernah tuh, dua tahun yang lalu,..kami antri sampai 6 jam di pelataran p…
Custom Search