Translate

Senin, 30 Maret 2015

Makan Malam Di Mana di Puncak, Bogor? Restoran Bumi Nini, Cisarua


Selepas nonton Sirkus di Hotel Royal Safari Garden, Puncak, kami pun mulai berpikir mau cari makan…Berpikir??
Hehehe..sebetulnya bukan “berpikir” sih, tapi ini itu panggilan jiwa alias perut mulai keroncongan. Nah, yang dipikirkan itu, makannya itu enaknya di mana?

Berhubung kami ini turis (lokal) dari negeri antah berantah, tentunya ingin cari makanan yang khas lokal sini dong. Yang mencerminkan selera penduduk asli. Yang menghadirkan kelezatan kekayaan kuliner tradisional Puncak – Bogor. Makanannya enak dan tempatnya nyaman untuk keluarga dengan anak-anak balita. Itulah niatan mulia kami yang datang dari perut yang lapar.

Mulailah kami surfing di internet. Muncul beragam pilihan. Satay, anyone??
Oh no… not again! Bukannya kami tidak suka sate sih,..tapi kan tadi siang kami sudah makan Sate H. Kadir. Ini salah satu sate enak namun murah di antara beragam sajian warung sate kambing yang banyak bertebaran di jagat Puncak – Bogor ini.
Kali ini sepertinya mari kita kita coba masakan yang lain…

Apa lagi pilihannya, Bro?

Kalau kita carinya sajian masakan tradisional di Puncak: maka keluarlah di Google itu rekomendasi tempat makan “Bumi Aki”.
Ya..ya..ya..ini sepertinya sudah legendaris sekali ya…namanya aja Aki (kakek)…jangan-jangan ia sudah berdiri sejak jaman Nyonya Meneer...

Letaknya di mana, Bro? Di Puncak Pass…dari Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, berarti tinggal naik beberapa kilometer lagi ke atas, ke arah Cipanas.

Hmm,..agak-agak mikir juga..soalnya malam minggu Jalan Raya Puncak lumayan macet. Takutnya kelamaan nyampenya, dan jangan-jangan pas sampe, warungnya keburu tutup… Coba yang lain lagi, Bro!

Ini nih ada kloningannya,…namanya BUMI NINI. Cocok! Kakek pasangannya Nenek,..Aki pasangannya Nini. Dan Rumah Nenek ini jaraknya lebih dekat daripada Rumah Kakek. Cuma sekitar 1 – 2 km dari Hotel Royal Safari Garden. Untunglah!

Kalau mau ke Bumi Nini gampang…Dari Tol Jagorawi keluar di pintu tol terakhir: Ciawi. Dari situ lalu lurus naik ke atas, ke arah Puncak Pass / Cipanas. Naik saja terus, melewati Simpang Gadog (Perumahan Vimala), lewat Mega Mendung, lewat Bubur Bunut Sukabumi, ..lanjut melewati Taman Matahari,..dan tak berapa lama masuk daerah Cisarua dan di sebelah kiri terlihat Hotel Royal Safari Garden. Sudah hampir sampai…lurus ke atas sedikit lagi melewati Pasar Cisarua dan belokan Taman Safari Indonesia (ada di kanan jalan). Sekarang perlahan-lahan jalannya. Tengok kiri. Nah, itu dia plang-nya terlihat.

Langsung saja masuk. Parkirnya penuh sekali…tapi kami beruntung,..pas kami datang ada dua mobil yang keluar. Alhamdulillah!

Minggu, 22 Maret 2015

Makan Siang Apa di Puncak, Bogor?


Pada suatu hari, di saat weekend, kami sekeluarga pergi berlibur. Ke mana? Tidak perlu jauh-jauh…cukup ke tempat wisata sejuta umat, yaitu Puncak – Bogor.
Yah..mau gimana-gimana,..mengingat jarak dan lain sebagainya,..maka lokasi ini tetaplah pilihan favorit warga Jakarta dan sekitarnya.

Singkat cerita,.. setelah melalui berbagai kejadian (sebagaimana yang bisa Anda baca di sini,)..maka kami pun kelaparan di siang hari.

Nah, nah…di mana sih enaknya makan siang kalau lagi di Puncak, Bogor? Bingung kan? Banyaknya pilihan memang terkadang bukannya memudahkan…tanpa petunjuk dan rekomendasi, tetap saja akan bikin kita bingung menentukan mau makan di mana?

Terlebih lagi, Jalan Raya Puncak – Bogor di saat Sabtu – Minggu diberlakukan aturan buka tutup sehingga cuma satu arah, yaitu arah naik (Ciawi – Puncak Pass – Cipanas) kalau pagi hari dan arah turun (Cipanas – Puncak Pass – Ciawi) kalau sore hari. (Lihat jam / jadwalnya di sini).

Jadwal buka/tutup lalu lintas di Puncak, Bogor

Apa hubungannya dengan cari tempat makan siang?

Dampaknya adalah, jangan sampai Anda salah pilih kalau mau ke restoran tertentu. Selain cari yang enak dan tempatnya nyaman,..juga kenali dan perhatikan lokasi atau letaknya. Jangan sampai kelewatan, sebab kalau kelewatan…aduh…berabe! Anda musti nunggu dulu jadwal buka-tutup selesai, baru bisa mutar balik lagi.

Di Puncak ini yang khas itu apa sih? Yang banyak terdapat di sini adalah Sate Kambing. Ada berbagai rupa..mulai dari Sate Shinta, Sate PSK (sate kiloan), Sate Maranggi, Sate Sawargi dan Sate H. Kadir. Nah, pilihan kami kemarin itu nama yang terakhir ini. Sebabnya, setelah kami cek di internet, ternyata dia memiliki cabang yang letaknya persis di depan tempat menginap yang kami tuju, yaitu Hotel Royal Safari Garden.

Kalau datangnya dari Ciawi (Simpang Gadog) nanti kita melewati Taman Matahari. Setelah itu lurus saja lagi, naik ke atas ke arah Puncak Pass atau Cipanas. Nah, nanti memasuki daerah Cisarua, pelan-pelan. Warung Sate H. Kadir 3 adanya di sebelah kanan jalan persis di depan Hotel Royal Safari Garden yang ada di kiri jalan.

Hotel di Puncak, Bogor di Mana Anak-anak bisa Main dan Rekreasi Tanpa Harus Keluar Hotel


Selepas dari Taman Matahari, tepat jam 12:30 kami pun mulai lapar. Browsing dulu di internet mau makan apa di mana? Keluarlah yang khas Puncak: Warung Sate Pak H. Kadir. Di mana tuh?

Di mana-mana ada alias banyak cabangnya. Dan salah satunya, cabang ke-3, ternyata berada persis di seberang hotel yang kami tuju, yakni di depan HOTEL ROYAL SAFARI GARDEN. Wah, kebetulan sekali yakkk..sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Maka kami bisa check-in hotel, parkirkan mobil, taruh barang-barang ke kamar, setelah itu langsung makan siang. Kebetulannya lagi, Unit Rhino yang kami pilih ternyata letaknya di area depan, dekat gerbang masuk. Jadi cukup jalan kaki saja ke Sate Haji Kadir.

Menuju ke lobi Hotel Royal Safari Garden

Lobi Hotel Royal Safari Garden, Puncak, Bogor

dari depan lobby hotel RSG, Puncak

Selesai makan, kami kembali ke hotel.  Begini nih unit tempat kami menginap. Namanya Rhino, artinya Badak. Di Hotel Royal Safari Garden ini ada juga unit bungalow tipe Dolphin, Tiger, Lion dan Girrafe; atau yang unit kamar tipe Komodo, Anoa, Cendrawasih, dan Leopard. Semua pakai nama-nama hewan, total 252 unit.

Hotel Royal Safari Garden ini luas sekali (13 hektar), jadi kalau yg tinggalnya di cottage belakang, ke sananya harus pakai mobil. Makanya di sini ada mobil wara-wiri (mini train) yang bisa mengantarkan kita keliling area kompleks hotel. Mau naik tinggal bayar 10 ribu, atau bisa menggunakan tiket voucher yang diberikan gratis kepada tamu hotel. Kalau menginap di sini, nanti dapat 2 buah tiket voucher untuk 9 permainan antara lain: flying fox, naik gajah atau onta (animal ride), mini golf (putt putt golf), bom-bom car (bumber car), train (kiddy ride), wara-wiri (mini train), dan perahu kayuh (paddle boat).

Aktivitas di Resort Safari Garden Puncak: basket, ping pong, renang, dll

Asyik ya..jadi anak-anak tidak perlu lagi keluar ke mana-mana untuk main di sini. Seharian kita bisa rileks di sini. Bahkan sepertinya sehari juga tidak cukup, perlu dua hari. Iya…beneran lho…
Kemarin itu kami sampai-sampai kekurangan waktu buat eksplore keseluruhan area. Belum lagi kalau kita mau ke “Taman Safari yang sebenarnya” (maksud saya Taman Safari Indonesia)… Soalnya para tamu Hotel RSG dapat diskon Rp 100 ribu untuk masuk ke Night Safari (Safari Malam). Sayang juga sebenarnya kami kemarin tidak sempat ke sana.

Unit Rhino, tempat kami menginap, dari depan terlihat kecil. Lebarnya sekitar 4 meter saja. Tapi ternyata pas dibuka, wow..luas Bro!...karena terdiri dari dua lantai dengan 3 kamar tidur: 1 di bawah dan 2 di atas. Jadi muat untuk 6 orang dewasa plus anak-anak. Buat dua keluarga juga bisa nih.

Yang di bawah fasilitasnya kamar twin bed (king size), kamar mandi, lemari, meja tulis, TV dan AC. Kalau dua kamar di atas masing-masing fasilitasnya dua buah single bed, kamar mandi, lemari, meja tulis, dan tanpa TV dan tanpa AC. Tapi tak mengapa. Udara Puncak kan sudah sejuk. Ada AC atau tanpa AC tidak begitu terasa bedanya.

Di lantai bawah, ada ruang duduknya. Nah, di sinilah anak-anak pada bermain. Ya, ke manapun mereka pergi mereka memang selalu bawa mainan kesayangan.

Minggu, 23 November 2014

Sarapan apa di Jakarta? Bubur Ayam Cikini


Sudah lama awak tinggal di Zakarta ini. Sudah tak kentara lagi logatku. Istriku pun sudah kupanggil "Mpok".

Tapi baru tahunya awak, rupanya ada Bubur Ayam legendaris paling enak sejagat betawi ini. Bah!.. cucian deh gue...

Pertama kali ke sana saya diajak Oom yang kantornya di Cikini situ. Lalu beberapa hari kemudian, malam-malam kami ke sana sekeluarga. Jam 9 malam masih buka. Malahan masih ramai. Banyak para esmud yang sebelum pulang ke rumah mampir dulu di sini. Keluarga yang bawa anak-anak juga banyak.

Nah, sekarang, barusan ini, pagi-pagi jam 6 kami ke sini lagi. Ke mana? Burcik H. R. Suleman di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

Nyarinya gampang. Kalau datang dari dari arah Salemba (jalan Diponegoro / RSCM), nanti ketemu perempatan Bioskop Megaria. Nah berusalah cari putaran balik masuk ke Jalan Cikini, sebab Jalan Cikini ini satu arah (one way).  Makanya paling enak itu kalau datangnya dari arah Tugu Tani. Nanti ketemu pertigaan Cut Meuatia. Lurus saja ke arah pasar Cikini. Nanti terus melewati kampus IKJ - Taman Ismail Marzuki (TIM), lalu Hotel FM (kolam renang Cikini yang legendaris), lalu  tempat reparasi tas (Laba-Laba), lalu Pasar Cikini. Nah, sekarang agak perlahan. Carilah plang tulisan KFC, sebab letak Bubur Ayam Burcik ini persis di seberangnya KFC.

Nah, warung tenda yang ramai depan KFC ini BCR - Bubur Cikini Raya, sedangkan Burcik Cirebon H. R. Suleman adanya di gedung ruko warna kuning itu.

Tapi jangan sampai salah ya. Sebabnya, di kitaran KFC ini banyak yang jual bubur ayam lho. Semua pada menyandang nama Cikini. Ya iyalah la yaww, …secara lokasinya memang di Cikini. Bahkan persis di depan KFC ada warung tenda kaki lima jual bubur ayam yang juga ramai pengunjungnya. Namanya BCR - Bunga Citra Restari alias Bubur Cikini Raya. Nanti saya ceritakan gimana rasana bubur yang ini. Untuk kali ini, target kita adalah Burcik H. R. Sulaiman.

Senin, 06 Oktober 2014

Ikan Patin Bakar dalam Bambu di Sentul City, Bogor


Selepas beli asinan Bogor, kami lanjut ke Sentul City. Kali ini tujuannya bukan ke Taman Budaya atau Pasar Apung, melainkan hendak menikmati lezatnya Ikan Patin yang dibakar dalam bambu. Seperti apa itu? Kami tahunya kan Ayam dalam Bambu, menu andalannya Rumah Makan Ciganea, Garut. Nah, yang ini bagaimana?

Sebelum saya jawab, mari simak dulu bagaimana caranya ke Rumah Makan Karimata yang menjual menu spesial tersebut. Kalau dari arah Jakarta, masuklah ke Tol Jagorawi. Lalu nanti keluar di exit Sentul City. Adanya setelah exit Bukit Sentul, sekitar 500 meter setelah rest area Sentul. Plang tol nya bertuliskan: "Kedung Halang, Tol lingkar Luar Bogor, Sentul City". Nah, begitu keluar dari pintu tol itu, ketemu pertigaan, beloklah ke kanan. Buka mata, jalan pelan-pelan. Tengok ke kiri ada billboard besar bertuliskan Rumah Makan Karimata.

Letaknya persis di pinggir jalan. Ada jalan kecil tidak beraspal, persis di pertigaan (kalau lurus ke Tol Lingkar Luar Bogor, kalau kanan ke Tol Jagorawi arah Jakarta/ Pintu Tol Sentul Selatan 2). Nah, masuk deh ke jalan tanah itu, nanti di pojok jalan kecil itu ada jalan menurun. Itulah dia tempat parkir mobil Restoran Karimata - Ikan Bakar dalam Bambu. Tak usah ragu. Silakan masuk dan pesan.


Pesan apa? Ya, tentu saja Ikan Patin Bakar dalam Bambu. Harganya Rp 120 ribu per porsi (belum termasuk pajak 10%). Wow,..lumayan mahal juga ya? Tapi tidak perlu kuatir. Itu ikannya cukup besar kok. Cukup untuk 4 orang. Bahkan kalau bukan penggemar ikan dan makan ikannya cuma sedikit, ber 5 orang juga cukup saya rasa. Rasa ikan patinnya enak sekali.Lumayan pedas. Tapi agak manis juga. Bumbunya mirip-mirip rendang. Dipadu dengan nasi putih hangat (Rp 5 ribu), jadinya muanttabb rekk!

Ikan Bakar dalam Bambu "Karimata" Sentul City, Bogor

Restoran Karimata menyajikan Ikan Bakar dalam Bambu

Pemandangan indah dari Rumah Makan Karimata, Sentul City, Bogor

Alamat Ikan Bakar dalam Bambu “Karimata”
Depan Pintu Tol Sentul Selatan 2, Grand Sentul City, Bogor
Telpon: 02513686976 / 085782887745
Jam Buka: Selasa – Minggu jam 10:00 – 21:00. Hari Senin Libur

Wisata Keluarga di Alam Peternakan di Kuntum Farm Field Bogor


Saya mau cerita pengalaman wisata ke Kuntum Farm Field. Barangkali Anda berencana mau ke sana ya? Dan pengen tahu ada apa saja di sana.

Begini lho, sekarang ini...anak-anak di kota besar terutama Jakarta jarang sekali berinteraksi dengan alam. Soalnya di mana-mana rumah, gedung, dan beton pencakar langit. Pekarangan pada sempit-sempit semua. Pohon-pohon jarang apalagi binatang-binatang. Jangankan keanekaragaman hayati, lihat ayam saja ada anak-anak yang belum pernah lihat. Tahunya ayam Kentucky doang. Kalau yang masih hidup dan berkeliaran serta berkokok, cuma tahu dari dongeng doang. Makan ayam sih sering, liatnya jarang.

Maka daripada itulah, banyak orang tua dan para pendidik yang ingin mengenalkan anak kecil dengan kehidupan alami flora dan fauna. Kemaren waktu jambore, TK nya anak saya sudah main tuh di Tempat Wisata Alam Pasir Mukti, Kabupaten Bogor. Belajar menanam padi dan naik sapi, membajak sawah. Nah, sekarang gilirannya wisata ranch alias peternakan. Letaknya masih di Bogor juga, tapi kali ini Bogor Kota. Dekat dengan pusat tas dan fashion, di Jalan Tajur.

Kalau mau gampang (belok-beloknya sedikit), maka dari Jalan Tol Jagorawi keluarlah di exit paling ujung: Gerbang Ciawi. Nah, ikuti jalan, nanti di depan ketemu lampu merah. Harusnya belok kanan, tapi terkadang lalu lintas diarahkan Pak polisi (guna menghindari macet) untuk lurus dulu kemudian putar balik, lalu belok kiri. Nah itulah dia Jalan Tajur.

Lurus saja di jalan ini dan lihat-lihat sebelah kanan. Tidak seberapa jauh, nanti terlihatlah plang yang cukup besar bertuliskan: Kuntum Farm Field. Nyeberanglah di situ dan masuk ke jalan itu, dan masuk deh ke gerbangnya. Lurus saja, bayar tiketnya nanti di depan (Rp 25 ribu per orang). Parkir di depan bangunan di kiri, pas sebelum portal masuk ke perumahan Teras Hijau Residence - perumahan berkonsep alami yang sepertinya juga dimiliki oleh pemilik tempat wisata Kuntum ini.




Cara ke Kuntum Farm Field

Masuk ke Kuntum Farm Field

Perumahan berkonsep alami: Teras Hijau Residence, bersebelahan dengan Kuntum Farm Field, Bogor

Bisa ngapain aja di Kuntum Farm Field ini?

Nah, di sini, kemarin itu, anak-anak TK riang gembira memberi makan sapi, kambing, kelinci dan marmut (satu bakul rumput atau dedaunan Rp 5ribu). Anak-anak kambing juga diberi minum susu pakai dot (Rp 5 ribu per botol). Lahap sekali kambingnya minum susu. Ada juga kambing kecil yang dilepas berkeliaran. Anak-anak senang megangnya dan main lari-larian dengan si "Shaun the Sheep" itu.

Asinan Bogor Gedung Dalam, Krosnat, Lapis Talas dan Roti Unyil

Hari Kamis kemarin kami sekeluarga liburan ke Bogor. Ya, hari Kamis..bukan weekend. Bukan pula demi menghindari wacana peraturan mobil Jakarta tidak boleh masuk Bogor di hari Sabtu/Minggu. Melainkan memang karena di hari itu rombongan TK anak saya sedang ber-study tour.

Ceritanya nih, hendak mengenalkan anak-anak dengan alam dan kegiatan pedesaan. Di sana, di Kuntum Farm Field mereka bisa bermain bersama hewan ternak, memberi makan sapi, memberi susu kepada kambing, menangkap ikan, bermain dengan kelinci, dan memberi makan ayam serta bebek. Asyik…! Menyambung tempat wisata alam pedesaan sebelumnya: TWA Pasir Mukti di Bogor, di mana waktu itu mereka bermain di sawah, menanam padi, membajak sawah dan naik kerbau.

Nah, karena lokasi Kuntum Farm Field ini di Jalan Tajur, dekat sekali dengan sentra kerajinan tas Bogor, maka selepas acara, jam 12, para guru dan mommies pun segera meluncur ke SKI Tajur, pabrik dan sentra penjualan beragam tas fashion wanita. Asyikk...tapi kami kala itu memilih untuk memisahkan diri dari rombongan dan malahan meluncur ke kota, bikin petualangan sendiri.

Enak brow kalau lagi weekdays...jalanan Kota Bogor lancar jaya. Mengintip sedikit di internet, apa kuliner yang khas Bogor. Tentu saja: Asinan. Tapi di mana dan yang mana yang paling enak?

Yang legendaris ternyata Asinan Sedap Gedung Dalam. Letaknya di Jalan Siliwangi. Dari Jalan Tajur sebetulnya tinggal lurus saja ke arah kota. Ketemu bundaran tinggal lurus masuk ke Jalan Siliwangi. Sebetulnya tinggal lurus saja lagi, tapi forboden karena ini jalan satu arah. Jadi musti muter-muter dulu. Terpaksa belok kiri, masuk jalan satu arah (Jalan Lawang Gintung) Terus saja ikuti jalannya. Kalau ada belokan, ambil belokan kanan. Masuk ke Jalan Batu Tulis. Ini jalanan melingkar. Jadi nanti ketemu lagi dengan Jalan Siliwangi. Nah, ambil lajur kiri dan buka mata. Ada bangunan ruko lama yang sudah tua dan cenderung kusam dengan kios-kios kaki lima semi permanen di depannya menutupi ruko. Maka harus buka mata, cari tulisan Asinan Sedap Gedung Dalam. Kalau sudah ketemu, masuk deh ke area ruko itu dan parkir.

Kami beli dua macam: asinan sayur dan asinan buah. Sudah dibungkus-bungkusin. Tinggal bawa pulang, karena mereka memang tidak menyediakan dine-in (makan di tempat). Semua take away. Harganya tergolong premium, yaitu Rp 20 ribu per bungkus (sebagai perbandingan, Asinan Betawi di dekat rumah kami cuma Rp 8 ribu), tapi ternyata rasanya memang enak sekali lho!

Kuahnya itu lho, pas banget asin, asam, pedas, dan manisnya. Menurut saya malah cenderung asam/manis. Cocok dengan saya yang suka asam, tapi kurang suka pedas. Jadi, kalau mau lebih pedas tinggal tambahkan sambalnya, (dibungkus terpisah).

Berbeda dengan Rujak Juhi Betawi yang pakai irisan cumi asin, sayur selada, toge, kacang dan kerupuk merah, maka Asinan Bogor cuma pakai sayur kol, tahu,kacang serta pakai irisan daun yang "aneh". Kata istri saya ini daun ketumbar. Nah, daun ini memberi aroma dan rasa yang unik. Bikin sedap, kata istri saya.

Yang bikin beda juga, adalah acar. Kalau asinan Betawi tidak pakai acar, nah..Asinan Gedung Dalam ini dilengkapi dengan Acar Ganda (bawang muda)), acar lobak, dan acar timun. Jadinya tambah mantab. Saya makan sampai ludes semua kuah-kuahnya. Sampai titik air penghabisan.

Asinan Bogor Legendaris: Asinan Sedap Gedung Dalam