Translate

Minggu, 09 Agustus 2015

Di Mana Sate Ayam Terenak di Jakarta Timur? Dan Di Mana Nasi Goreng Kaki Lima Terenak di Jakarta Timur

Wahai kalian semua warga Duren Sawit, Pondok Kelapa dan sekitarnya....
Ada pertanyaan nih….

Di manakah Sate Ayam yang paling enak di Jakarta?

Kalau jawaban kalian Sate Ayam depan RSPP (Rumah Sakit Pertamina Pusat)
Well..well…well…itu memang enak…tapi kan dari Jakarta Timur, jauh dong mau ke sana. Kalau perut lapar, sampai sana sudah keburu pingsan, kelesss…

Kita-kita yang di Klender, Bintara, Lampiri, Galaxy, Curug, Jatiwaringin, Pangkalan Jati, Pondok Kelapa, dan Duren Sawit, nyarinya yang dekat rumah aja. Yang bisa dinikmati sehari-hari..Enak, perlu, dan kenyang…
Ayo di mana?

Kalau jawaban klean: Sate Ayam Pak Tohir, Pondok Kelapa…maka jawaban kalian ponten 9!
Benar..tapi belum benar banget karena ada yang lebih enak, Bro!

Kita cerita dulu tentang Sate Ayam Pak Tohir. Dulunya ia dikenal sebagai Sate Ayam Indomaret, sebab mangkalnya di depan toko gypsum, persis di sebelah Indomaret, di samping Apotik Pondok Kelapa. Kalau dari Jalan Kalimalang kira-kira 300 meter dari simpangan lampu merah Lampiri (Burger and Grill). Sewaktu toko gypsum merenovasi bangunannya, maka warung sate Pak Tohir terpaksa tergusur dan pindah.

Pindahnya tidak jauh sih, hanya bergeser ke seberangnya kira-kira 50 meter. Maka sekarang Warung Sate Pak Tohir berada di sebelahnya Seven Eleven Pondok Kelapa. Memang tendanya jadi agak tersembunyi, namun yang penting, cari saja asap bakaran sate yang mengepul. Nah, itulah dia warungnya.


Ini dia sate terenak di Jakarta Timur: Sate Madura Pak Tohir di sebelah Seven Eleven Pondok Kelapa

Laris manis...sehingga tak jarang jam 9 malam sudah habis. Bukanya jam 5 sore. Ini langganan saya. Kalau lagi males makan, tinggal keluar rumah, jalan sedikit, maka sampailah di warung sate madura ini. Selera makan pun muncul kembali. Nikmat. Harga 15 ribu per porsi (10 tusuk) sudah termasuk lontong.

Senin, 27 Juli 2015

Di Mana Tempat Makan yang Enak dan Nyaman di Sekitar Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur

Pernah dengar Ikan Bakar dalam Bambu? Apaan tuh?
Itu hidangan khas entah dari mana...mungkin dari Pulau Karimata dekat Kalimantan sana. Ikan Patin dimasukkan ke dalam potongan bambu hijau bersama dengan beragam bumbu lalu dibakar. Semacam pepes.

Rasanya bagaimana?
Kok ya mirip-mirip seperti rendang ya? hehehe...iya lhoh..istri saya juga bilang begitu. Sepertinya ini bikinnya pakai santan.

Ikan bakar dalam bambu "Karimata" ini porsinya lumayan besar. Satu ekor ikan patin ukuran sedang, kami makan berdua selalu saja tidak pernah habis. Sepertinya untuk 3 orang juga cukup. 4 orang juga bisa bahkan.

Ini dia Ikan Patin bakar dipepes dalam bambu (kanan). Kalau yang kiri, itu ikan dori saus mayonaise

Nah, bagi yang suka berwisata, jalan-jalan ke Sentul City pastinya sudah tahu tuh Rumah Makan Ikan Bakar Bambu di dekat simpang Pintu Tol, Jalan M.H. Thamrin, Sentul.  Tapi rupanya, bagi kami yang di Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh ke Sentul kalau mau menikmati masakan lezat ini. Cukup pergi saja ke Taman Mini. Persis di sebelahnya Mall Tamini Square, ada Taman Anggrek Nusantara. Nah, di area yang sama dengan Taman Anggrek Indonesia Indah inilah tersebut sebuah restoran dua lantai: Ikan Bakar dalam Bambu "Karimata".

Entah yang mana yang pusat mana yang cabang. Saya tidak tahu mana yang duluan, yang di Sentul atau yang di Taman Mini ini. Yang jelas, kalau teman-teman lagi di seputar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan bingung mau makan di mana..langsung saja deh ke sini. Menurut saya, ini rumah makan yang paling representatif. Susah memang cari rumah makan di sekitar sini. RM Sederhana dan semacamnya tidak ada. Bahkan sampai ke sekitar Simpang Hek (Kramat Jati) juga tidak ada tempat makan yang memadai lho (enak dan nyaman).

Minggu, 26 April 2015

Sarapan di Mana di Puncak, Bogor dan Di Mana Tempat Bermain Anak-anak di Puncak?


Minggu kemarin kami liburan ke Puncak. Ya..Puncak Bogor itu lhoh..tempat wisata favorit keluarga Jakarta sejak jaman dahulu kala. Tidak heran ramai yang ke sini, sebab memang jaraknya tidak terlalu jauh. Cukup nyaman untuk ditempuh berkendara. Hanya sekitar 60 km. Kemarin teman istri saya berangkat dari rumah jam 6 pagi, cuma sejam sudah sampai di Puncak. Cepat ya?

Kalau kami kemarin lebih siang sedikit berangkatnya. Jam 06:30 dari Pondok Kelapa. Masuk Tol Jagorawi dan mampir sebentar di rest area km 30. Lancar sih sampai 1 km menjelang Gerbang Ciawi. Nah, dari sini mulai deh jalan tersedat akibat antri di pintu tol. Lumayan, sekitar 20 menit macet di situ. Keluar tol sepertinya bakal lancar..tapi ternyata.. Oh tidak!

Di depan mobil-mobil pada jalan pelan bahkan berhenti. Banyak asongan menjajakan dagangannya. Mulai gelagat tidak enak nih,…dan banyak orang-orang pakai helm berdiri di pinggir jalan memberi kode menyilangkan tangannya sambil berteriak: “Jalan ditutup! Jalan ditutup! Gak bisa lewat Oom”...

Ow..ow…

Padahal saat itu baru jam 7:30 lho. Dan menurut jadwal yang beredar dari NTMC Polri, buka tutup ke arah puncak baru mulai jam 9 pagi. Tapi ternyata begitu ya? Sampai jam 9 kami harus menunggu di jalan. Parkir bersama. Yah.. Nikmati sajalah. Apa boleh buat.

Mau masuk ke jalur alternatif sesuai panduan abang-abang berhelm tadi, belokannya sudah keburu kelewat. Tadi kalau mau ikut jalur tikus (tembus Gadok), harusnya pas keluar gerbang tol tadi langsung ambil kiri. Bertransaksi harga dengan mereka lalu ikuti panduan. Tapi,..yahh, sudahlah. Enjoy aja.. Toh kalau lapar kiri kanan banyak yang jualan berbagai jajanan: mulai dari tahu, bakso, sampai pizza. Kalau mau buang air kecil juga tidak perlu bingung kok. Rumah dan warung di pinggir jalan itu membuka jasa toilet umum.. Hehehe, saking seringnya orang-orang kejebak di sini kali ya?

Makanya cermati nih jadwal buka tutup Jakarta – Puncak berikut ini. Kenapa begitu?
Sebab, pada jam itu, lalu lintas Jakarta – Puncak hanya diberlakukan satu arah. Cermati letak hotel/restoran yang hendak anda tuju. Jangan sampai kelewatan. Sebab kalau kelewat, Anda tidak bisa mundur lagi lho. Musti tunggu dulu jam 12 siang, baru bisa balik lagi. Sayang waktunya kan?

Selasa, 21 April 2015

Tempat Rekreasi Anak di Bogor, Bermain di Alam Pedesaan: Pelita Village


Pernah dengar Pelita Village?

Belum pernah?

Tapi berencana mau ke sana?

Pastilah dalam rangka mengiringi anak Anda yang mau ke sana bareng sekolahannya. Tebakan saya sih begitu. Sebabnya tempat wisata alam yang satu ini tidak menerima tamu perorangan, melainkan hanya tamu rombongan. Biasanya sih anak-anak TK atau SD yang mau outbound atau jambore. Datangnya berombongan pakai bus. Jadi, kalau semisalnya Anda sekeluarga pengen jalan-jalan dan cari tempat main outdoor, maka dengan sangat menyesal, tidak bisa ke Pelita Village ini. Bisa cari tempat lain yang serupa dan mirip-mirip, misalnya ke Pasir Mukti atau Kuntum Farm Field. Kesemuanya ada di Bogor dan sama-sama bertemakan alam pedesaan dan peternakan (ranch). Di sana kalian bisa bermain lumpur, menangkap ikan, bermain dengan sapi, dan lain-lain. Cuma tetap ada bedanya.

Begini saya ulas sedikit antara ketiga tempat wisata alam di Bogor tersebut. Dari segi persamaannya dulu nih. Kesemuanya bertema alam pedesaan dan ranch (peternakan). Di sana anak-anak bisa memberi makan sapi, bermain dengan kambing, menangkap ikan, dan lain-lain. Hanya bedanya, di Kuntum Farm Field tidak ada permainan lumpur, membajak sawah dan menanam padi. Dan bedanya lagi, di Kuntum Farm Field tidak ada wahana outbound untuk anak. Jadi tidak bisa bermain meniti jembatan tali, memanjat, dan flying fox. Untuk outbound atau jambore lebih cocoknya memang di Pasir Mukti atau Pelita Village. Tapi, ada kelebihan yang dimiliki Kuntum Farm Field, yaitu mereka memiliki pusat pengembangan sayuran organik serta penelitian obat-obatan herbal. Itu unique selling point mereka.

Sebenarnya ada lagi nih tempat yang cocok untuk keperluan jambore anak. Namanya Situ Gintung. Letaknya tidak jauh dari Jakarta, yaitu di Ciputat. Tapi bedanya, di sini cuma bisa outbound saja, tidak ada sawah, lumpur, dan hewan ternak. Temanya bukan pedesaan. Bahkan di sini itu adanya kolam renang. Jadi habis outbound anak-anak bisa main air di kolam renang.


Suasana di tempat wisata alam Pelita Desa, Ciseeng, Bogor

Bagaimana caranya kalau mau ke Pelita Village (Pelita Desa)?

Senin, 30 Maret 2015

Makan Malam Di Mana di Puncak, Bogor? Restoran Bumi Nini, Cisarua


Selepas nonton Sirkus di Hotel Royal Safari Garden, Puncak, kami pun mulai berpikir mau cari makan…Berpikir??
Hehehe..sebetulnya bukan “berpikir” sih, tapi ini itu panggilan jiwa alias perut mulai keroncongan. Nah, yang dipikirkan itu, makannya itu enaknya di mana?

Berhubung kami ini turis (lokal) dari negeri antah berantah, tentunya ingin cari makanan yang khas lokal sini dong. Yang mencerminkan selera penduduk asli. Yang menghadirkan kelezatan kekayaan kuliner tradisional Puncak – Bogor. Makanannya enak dan tempatnya nyaman untuk keluarga dengan anak-anak balita. Itulah niatan mulia kami yang datang dari perut yang lapar.

Mulailah kami surfing di internet. Muncul beragam pilihan. Satay, anyone??
Oh no… not again! Bukannya kami tidak suka sate sih,..tapi kan tadi siang kami sudah makan Sate H. Kadir. Ini salah satu sate enak namun murah di antara beragam sajian warung sate kambing yang banyak bertebaran di jagat Puncak – Bogor ini.
Kali ini sepertinya mari kita kita coba masakan yang lain…

Apa lagi pilihannya, Bro?

Kalau kita carinya sajian masakan tradisional di Puncak: maka keluarlah di Google itu rekomendasi tempat makan “Bumi Aki”.
Ya..ya..ya..ini sepertinya sudah legendaris sekali ya…namanya aja Aki (kakek)…jangan-jangan ia sudah berdiri sejak jaman Nyonya Meneer...

Letaknya di mana, Bro? Di Puncak Pass…dari Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, berarti tinggal naik beberapa kilometer lagi ke atas, ke arah Cipanas.

Hmm,..agak-agak mikir juga..soalnya malam minggu Jalan Raya Puncak lumayan macet. Takutnya kelamaan nyampenya, dan jangan-jangan pas sampe, warungnya keburu tutup… Coba yang lain lagi, Bro!

Ini nih ada kloningannya,…namanya BUMI NINI. Cocok! Kakek pasangannya Nenek,..Aki pasangannya Nini. Dan Rumah Nenek ini jaraknya lebih dekat daripada Rumah Kakek. Cuma sekitar 1 – 2 km dari Hotel Royal Safari Garden. Untunglah!

Kalau mau ke Bumi Nini gampang…Dari Tol Jagorawi keluar di pintu tol terakhir: Ciawi. Dari situ lalu lurus naik ke atas, ke arah Puncak Pass / Cipanas. Naik saja terus, melewati Simpang Gadog (Perumahan Vimala), lewat Mega Mendung, lewat Bubur Bunut Sukabumi, ..lanjut melewati Taman Matahari,..dan tak berapa lama masuk daerah Cisarua dan di sebelah kiri terlihat Hotel Royal Safari Garden. Sudah hampir sampai…lurus ke atas sedikit lagi melewati Pasar Cisarua dan belokan Taman Safari Indonesia (ada di kanan jalan). Sekarang perlahan-lahan jalannya. Tengok kiri. Nah, itu dia plang-nya terlihat.

Langsung saja masuk. Parkirnya penuh sekali…tapi kami beruntung,..pas kami datang ada dua mobil yang keluar. Alhamdulillah!

Minggu, 22 Maret 2015

Makan Siang Apa di Puncak, Bogor?


Pada suatu hari, di saat weekend, kami sekeluarga pergi berlibur. Ke mana? Tidak perlu jauh-jauh…cukup ke tempat wisata sejuta umat, yaitu Puncak – Bogor.
Yah..mau gimana-gimana,..mengingat jarak dan lain sebagainya,..maka lokasi ini tetaplah pilihan favorit warga Jakarta dan sekitarnya.

Singkat cerita,.. setelah melalui berbagai kejadian (sebagaimana yang bisa Anda baca di sini,)..maka kami pun kelaparan di siang hari.

Nah, nah…di mana sih enaknya makan siang kalau lagi di Puncak, Bogor? Bingung kan? Banyaknya pilihan memang terkadang bukannya memudahkan…tanpa petunjuk dan rekomendasi, tetap saja akan bikin kita bingung menentukan mau makan di mana?

Terlebih lagi, Jalan Raya Puncak – Bogor di saat Sabtu – Minggu diberlakukan aturan buka tutup sehingga cuma satu arah, yaitu arah naik (Ciawi – Puncak Pass – Cipanas) kalau pagi hari dan arah turun (Cipanas – Puncak Pass – Ciawi) kalau sore hari. (Lihat jam / jadwalnya di sini).

Jadwal buka/tutup lalu lintas di Puncak, Bogor

Apa hubungannya dengan cari tempat makan siang?

Dampaknya adalah, jangan sampai Anda salah pilih kalau mau ke restoran tertentu. Selain cari yang enak dan tempatnya nyaman,..juga kenali dan perhatikan lokasi atau letaknya. Jangan sampai kelewatan, sebab kalau kelewatan…aduh…berabe! Anda musti nunggu dulu jadwal buka-tutup selesai, baru bisa mutar balik lagi.

Di Puncak ini yang khas itu apa sih? Yang banyak terdapat di sini adalah Sate Kambing. Ada berbagai rupa..mulai dari Sate Shinta, Sate PSK (sate kiloan), Sate Maranggi, Sate Sawargi dan Sate H. Kadir. Nah, pilihan kami kemarin itu nama yang terakhir ini. Sebabnya, setelah kami cek di internet, ternyata dia memiliki cabang yang letaknya persis di depan tempat menginap yang kami tuju, yaitu Hotel Royal Safari Garden.

Kalau datangnya dari Ciawi (Simpang Gadog) nanti kita melewati Taman Matahari. Setelah itu lurus saja lagi, naik ke atas ke arah Puncak Pass atau Cipanas. Nah, nanti memasuki daerah Cisarua, pelan-pelan. Warung Sate H. Kadir 3 adanya di sebelah kanan jalan persis di depan Hotel Royal Safari Garden yang ada di kiri jalan.

Hotel di Puncak, Bogor di Mana Anak-anak bisa Main dan Rekreasi Tanpa Harus Keluar Hotel


Selepas dari Taman Matahari, tepat jam 12:30 kami pun mulai lapar. Browsing dulu di internet mau makan apa di mana? Keluarlah yang khas Puncak: Warung Sate Pak H. Kadir. Di mana tuh?

Di mana-mana ada alias banyak cabangnya. Dan salah satunya, cabang ke-3, ternyata berada persis di seberang hotel yang kami tuju, yakni di depan HOTEL ROYAL SAFARI GARDEN. Wah, kebetulan sekali yakkk..sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Maka kami bisa check-in hotel, parkirkan mobil, taruh barang-barang ke kamar, setelah itu langsung makan siang. Kebetulannya lagi, Unit Rhino yang kami pilih ternyata letaknya di area depan, dekat gerbang masuk. Jadi cukup jalan kaki saja ke Sate Haji Kadir.

Menuju ke lobi Hotel Royal Safari Garden

Lobi Hotel Royal Safari Garden, Puncak, Bogor

dari depan lobby hotel RSG, Puncak

Selesai makan, kami kembali ke hotel.  Begini nih unit tempat kami menginap. Namanya Rhino, artinya Badak. Di Hotel Royal Safari Garden ini ada juga unit bungalow tipe Dolphin, Tiger, Lion dan Girrafe; atau yang unit kamar tipe Komodo, Anoa, Cendrawasih, dan Leopard. Semua pakai nama-nama hewan, total 252 unit.

Hotel Royal Safari Garden ini luas sekali (13 hektar), jadi kalau yg tinggalnya di cottage belakang, ke sananya harus pakai mobil. Makanya di sini ada mobil wara-wiri (mini train) yang bisa mengantarkan kita keliling area kompleks hotel. Mau naik tinggal bayar 10 ribu, atau bisa menggunakan tiket voucher yang diberikan gratis kepada tamu hotel. Kalau menginap di sini, nanti dapat 2 buah tiket voucher untuk 9 permainan antara lain: flying fox, naik gajah atau onta (animal ride), mini golf (putt putt golf), bom-bom car (bumber car), train (kiddy ride), wara-wiri (mini train), dan perahu kayuh (paddle boat).

Aktivitas di Resort Safari Garden Puncak: basket, ping pong, renang, dll

Asyik ya..jadi anak-anak tidak perlu lagi keluar ke mana-mana untuk main di sini. Seharian kita bisa rileks di sini. Bahkan sepertinya sehari juga tidak cukup, perlu dua hari. Iya…beneran lho…
Kemarin itu kami sampai-sampai kekurangan waktu buat eksplore keseluruhan area. Belum lagi kalau kita mau ke “Taman Safari yang sebenarnya” (maksud saya Taman Safari Indonesia)… Soalnya para tamu Hotel RSG dapat diskon Rp 100 ribu untuk masuk ke Night Safari (Safari Malam). Sayang juga sebenarnya kami kemarin tidak sempat ke sana.

Unit Rhino, tempat kami menginap, dari depan terlihat kecil. Lebarnya sekitar 4 meter saja. Tapi ternyata pas dibuka, wow..luas Bro!...karena terdiri dari dua lantai dengan 3 kamar tidur: 1 di bawah dan 2 di atas. Jadi muat untuk 6 orang dewasa plus anak-anak. Buat dua keluarga juga bisa nih.

Yang di bawah fasilitasnya kamar twin bed (king size), kamar mandi, lemari, meja tulis, TV dan AC. Kalau dua kamar di atas masing-masing fasilitasnya dua buah single bed, kamar mandi, lemari, meja tulis, dan tanpa TV dan tanpa AC. Tapi tak mengapa. Udara Puncak kan sudah sejuk. Ada AC atau tanpa AC tidak begitu terasa bedanya.

Di lantai bawah, ada ruang duduknya. Nah, di sinilah anak-anak pada bermain. Ya, ke manapun mereka pergi mereka memang selalu bawa mainan kesayangan.