Translate

Senin, 25 Juli 2016

Tempat Anak-anak Berenang di Palembang: Amanzi Waterpark


Ini dia nih topi kesayangan saya sekarang..Hehehe...Warnanya hitam, tulisannya "AMANZI".

Apaan tuh?

Ini salah satu tempat berenang paling keren sejagat Palembang.

Begini ceritanya..

Pada hari ketiga lebaran kemaren, tepatnya di Hari Jumat nan berbahagia..anak-anak saya mulai "gelisah". Sibuk bilang boring dan semacamnya. Mulai deh mereka menagih pengen berenang. Yah, memang dijanjiin juga sih. Waktu di perjalanan mudik kemaren, waktu menginap di Hotel Horizon Lampung mereka tidak sempat berenang di kolam renangnya. Yah,..mau gimana ya..waktu itu kan kitanya lagi kejar tayang. Check in malam, dan paginya sudah musti cabut lagi melanjutkan perjalanan ke Palembang. Terpaksa saat itu anak-anak dijanjikan, berenangnya nanti saja... Nah lho! Maka itulah mereka menagih. Just like elephants..kids never forget!  

Maka pencarian pun dimulai…Buka-buka internet dan ada info beberapa hotel di Palembang yang membuka kolam renangnya untuk umum. Cukup bayar 100 ribuan, nanti bisa berenang plus dapat nasi goreng atau mie goreng. Bisa juga berenang di Lumban Tirta..tapi yang ini sih kolamnya ala Sea Games dan Asian Games gitu deh.. Olympic size! Gak kebayang gimana anak saya yang 5 tahun, nanti bilang apa. Pasti dia ribut bilang "boring"..karena sebetulnya dia itu kan spesialis berenang di air tinggi sejengkal, sambil dia tengkurep terus bikin gerakan tekuk-tendang-rapat. Hehehe...Dia maunya kolam yang ada perosotannya,..ada air mancurnya, dan permainan-permainan.

Ke Kolam OPI di Jakabaring bisa juga,  bahkan lebih dekat dari rumah (di Plaju). Tapi kalau lihat tahun kemaren, di OPI kolamnya penuh sekaleee saat lebaran begini.

Sowww...kita akhirnya memutuskan ke Amanzi saja deh! Ini relatif lebih baru kolamnya, dan letaknya juga di Perumahan yang baru: Citra Grand City, punya Grup Ciputra. Letaknya di Kilometer 12 (KM 12).

Lewat jalan baru aja kalau mau ke situ. Biar tidak macet.  Jadi kalau dari Jembatan Ampera, lurus di Jalan Sudirman, setelah flyover Polda, belok kiri. Nanti di depan ada belokan ke kanan. Nah masuk jalan itu, menuju ke Citra Grand City.

Perumahannya bagus dan rapi. Dan seperti proyek-proyek Ciputra lainnya, di gerbangnya ada patung kuda. Ikuti saja petunjuk jalan. Setelah ketemu Masjid Raya di komplek ini, belok kiri, ambil tiket parkir, dan sampai deh ke Amanzi Water Park.


Masuk sini bayarnya per orang Rp 110 ribu per orang. Kebetulan saya punya kartu Mitra 10. Lumayan dapat diskon 10 persen untuk satu orang. Pakai Kartu Pelajar juga diskon 10 persen. Apalagi kalau pakai Garuda Frequent Flyer, diskonnya bisa sampai 15 persen.

Selain tiket masuk, kita juga disuruh bayar deposit dulu. Terserah kita berapa rupiah. Dikira-kira saja sesuai dengan rencana transaksi kita nanti pas di dalam area Amanzi. Sewa saung, sewa ban, beli makan, dan lain-lain bayarnya tidak tunai melainkan pakai deposit tadi itu. Nanti kita dapat gelang karet. Nah, cukup tunjukkan gelang itu setiap kali transaksi. Nanti di-scan barcode-nya.Kalau habis, nanti bisa top-up (tambah lagi). Kalau tidak habis, nanti depositnya di-refund (dikembalikan) pas di pintu keluar.

Waktu itu kami depositnya 500 ribu mengingat kaminya bersembilan orang.

Masuk Amanzi, kami langsung ke kiri menuju kolam anak-anak (balita). Di depannya ada saung kayu. Sewanya Rp 200 ribu. Menurut saya sih lumayan mahal juga harga segitu. Tapi berhubung kami bawa bayi dan anak-anak balita,..yah sud lah tak mengapa. Lagipula duduk di saung ini kita bisa gampang mengawasi anak-anak main air. Anak-anak senang main air. Perosotan dan lain-lain.

Sabtu, 05 Maret 2016

Review Hotel Novotel Bogor: Hotel yang Family-Friendly di Bogor, Cocok untuk Liburan Keluarga, di mana Anak-anak Bisa Bermain


Tiga minggu yang lalu nih,..pas liburan imlek kami (juga) berlibur sekeluarga. No..no..no..kami tidak ke Bandung atau Ciwidey ataupun Garut...Kami mengambil arah yang lainnya..sebab kami tahu, di hari liburan long weekend seperti itu maka Bandung Raya pastilah penuh sesak, tumpah ruah oleh turis sehingga jalanan macet semacet-macetnya. Bukan apa-apa sih,..kebetulan anak kami yang paling kecil baru berumur 5 bulanan, jadi sungguh akan kasihan kalau dia bakal ikut terjebak dalam kemacetan.. That’s why,..kami memutuskan menuju ke tempat yang diperkirakan tidak akan macet...

Sempat terpikir untuk liburan di sekitar Jakarta Raya saja. Entah itu ke Bekasi, Tangerang bahkan dalam kota Jakarta sendiri,..misalnya ke hotel berbintang di Grogol, Pluit atau Ancol. Namun,..in the last minut / in the nick of time..tiba-tiba datang ide untuk ke Novotel Bogor saja!

Ya,.ya...sekitar tahun 2008 dahulu kala, saya pernah menginap di hotel tersebut. Saya masih ingat, kala itu cukup mengesankan. Hotel Novotel suasananya etnis,..seperti lagi di Bali ataupun kerajaan Jawa jaman dahulu. Bangunannya menggunakan material berkelas. Sepeti kayunya, menggunakan jati divernish. Lalu kamar mandinya menggunakan marmer motif teraso yang menyatu, seperti solid surface (yang biasa bikin kitchen set pasti tahu nih maksud saya).

Dan benarlah,..meskipun sudah berjarak sekitar delapan tahun, namun ternyata kondisi kamar dan bangunan di NOVOTEL BOGOR kini tidak jauh berbeda dengan dulu. Tetap fit! Tetap bagus nan prima. Memang, “harga” tidak pernah bohong. Kalau pakai material mahal, pasti lebih awet. Berbeda halnya bila ada hotel yang perabot dan interiornya pakai teakwood misalnya. Tentulah delapan tahun kemudian sudah pada somplak semua laminatingnya. Pastilah kelihatan lusuh.


Ini Kamar yang Superior. Ada balkonnya lho. Lantainya papan kayu. Kamar mandinya marmer. Interior kamar juga pakai kayu jati yang bagus bagus..








Hotel Novotel Bogor didominasi oleh kayu jati pilihan dan marmer teraso. Juga pakai batu-batu alam. Bikin suasana resort alaminya muncul banget. 

Minggu, 09 Agustus 2015

Di Mana Sate Ayam Terenak di Jakarta Timur? Dan Di Mana Nasi Goreng Kaki Lima Terenak di Jakarta Timur

Wahai kalian semua warga Duren Sawit, Pondok Kelapa dan sekitarnya....
Ada pertanyaan nih….

Di manakah Sate Ayam yang paling enak di Jakarta?

Kalau jawaban kalian Sate Ayam depan RSPP (Rumah Sakit Pertamina Pusat)
Well..well…well…itu memang enak…tapi kan dari Jakarta Timur, jauh dong mau ke sana. Kalau perut lapar, sampai sana sudah keburu pingsan, kelesss…

Kita-kita yang di Klender, Bintara, Lampiri, Galaxy, Curug, Jatiwaringin, Pangkalan Jati, Pondok Kelapa, dan Duren Sawit, nyarinya yang dekat rumah aja. Yang bisa dinikmati sehari-hari..Enak, perlu, dan kenyang…
Ayo di mana?

Kalau jawaban klean: Sate Ayam Pak Tohir, Pondok Kelapa…maka jawaban kalian ponten 9!
Benar..tapi belum benar banget karena ada yang lebih enak, Bro!

Kita cerita dulu tentang Sate Ayam Pak Tohir. Dulunya ia dikenal sebagai Sate Ayam Indomaret, sebab mangkalnya di depan toko gypsum, persis di sebelah Indomaret, di samping Apotik Pondok Kelapa. Kalau dari Jalan Kalimalang kira-kira 300 meter dari simpangan lampu merah Lampiri (Burger and Grill). Sewaktu toko gypsum merenovasi bangunannya, maka warung sate Pak Tohir terpaksa tergusur dan pindah.

Pindahnya tidak jauh sih, hanya bergeser ke seberangnya kira-kira 50 meter. Maka sekarang Warung Sate Pak Tohir berada di sebelahnya Seven Eleven Pondok Kelapa. Memang tendanya jadi agak tersembunyi, namun yang penting, cari saja asap bakaran sate yang mengepul. Nah, itulah dia warungnya.


Ini dia sate terenak di Jakarta Timur: Sate Madura Pak Tohir di sebelah Seven Eleven Pondok Kelapa

Laris manis...sehingga tak jarang jam 9 malam sudah habis. Bukanya jam 5 sore. Ini langganan saya. Kalau lagi males makan, tinggal keluar rumah, jalan sedikit, maka sampailah di warung sate madura ini. Selera makan pun muncul kembali. Nikmat. Harga 15 ribu per porsi (10 tusuk) sudah termasuk lontong.

Senin, 27 Juli 2015

Di Mana Tempat Makan yang Enak dan Nyaman di Sekitar Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur

Pernah dengar Ikan Bakar dalam Bambu? Apaan tuh?
Itu hidangan khas entah dari mana...mungkin dari Pulau Karimata dekat Kalimantan sana. Ikan Patin dimasukkan ke dalam potongan bambu hijau bersama dengan beragam bumbu lalu dibakar. Semacam pepes.

Rasanya bagaimana?
Kok ya mirip-mirip seperti rendang ya? hehehe...iya lhoh..istri saya juga bilang begitu. Sepertinya ini bikinnya pakai santan.

Ikan bakar dalam bambu "Karimata" ini porsinya lumayan besar. Satu ekor ikan patin ukuran sedang, kami makan berdua selalu saja tidak pernah habis. Sepertinya untuk 3 orang juga cukup. 4 orang juga bisa bahkan.

Ini dia Ikan Patin bakar dipepes dalam bambu (kanan). Kalau yang kiri, itu ikan dori saus mayonaise

Nah, bagi yang suka berwisata, jalan-jalan ke Sentul City pastinya sudah tahu tuh Rumah Makan Ikan Bakar Bambu di dekat simpang Pintu Tol, Jalan M.H. Thamrin, Sentul.  Tapi rupanya, bagi kami yang di Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh ke Sentul kalau mau menikmati masakan lezat ini. Cukup pergi saja ke Taman Mini. Persis di sebelahnya Mall Tamini Square, ada Taman Anggrek Nusantara. Nah, di area yang sama dengan Taman Anggrek Indonesia Indah inilah tersebut sebuah restoran dua lantai: Ikan Bakar dalam Bambu "Karimata".

Entah yang mana yang pusat mana yang cabang. Saya tidak tahu mana yang duluan, yang di Sentul atau yang di Taman Mini ini. Yang jelas, kalau teman-teman lagi di seputar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan bingung mau makan di mana..langsung saja deh ke sini. Menurut saya, ini rumah makan yang paling representatif. Susah memang cari rumah makan di sekitar sini. RM Sederhana dan semacamnya tidak ada. Bahkan sampai ke sekitar Simpang Hek (Kramat Jati) juga tidak ada tempat makan yang memadai lho (enak dan nyaman).

Minggu, 26 April 2015

Sarapan di Mana di Puncak, Bogor dan Di Mana Tempat Bermain Anak-anak di Puncak?


Minggu kemarin kami liburan ke Puncak. Ya..Puncak Bogor itu lhoh..tempat wisata favorit keluarga Jakarta sejak jaman dahulu kala. Tidak heran ramai yang ke sini, sebab memang jaraknya tidak terlalu jauh. Cukup nyaman untuk ditempuh berkendara. Hanya sekitar 60 km. Kemarin teman istri saya berangkat dari rumah jam 6 pagi, cuma sejam sudah sampai di Puncak. Cepat ya?

Kalau kami kemarin lebih siang sedikit berangkatnya. Jam 06:30 dari Pondok Kelapa. Masuk Tol Jagorawi dan mampir sebentar di rest area km 30. Lancar sih sampai 1 km menjelang Gerbang Ciawi. Nah, dari sini mulai deh jalan tersedat akibat antri di pintu tol. Lumayan, sekitar 20 menit macet di situ. Keluar tol sepertinya bakal lancar..tapi ternyata.. Oh tidak!

Di depan mobil-mobil pada jalan pelan bahkan berhenti. Banyak asongan menjajakan dagangannya. Mulai gelagat tidak enak nih,…dan banyak orang-orang pakai helm berdiri di pinggir jalan memberi kode menyilangkan tangannya sambil berteriak: “Jalan ditutup! Jalan ditutup! Gak bisa lewat Oom”...

Ow..ow…

Padahal saat itu baru jam 7:30 lho. Dan menurut jadwal yang beredar dari NTMC Polri, buka tutup ke arah puncak baru mulai jam 9 pagi. Tapi ternyata begitu ya? Sampai jam 9 kami harus menunggu di jalan. Parkir bersama. Yah.. Nikmati sajalah. Apa boleh buat.

Mau masuk ke jalur alternatif sesuai panduan abang-abang berhelm tadi, belokannya sudah keburu kelewat. Tadi kalau mau ikut jalur tikus (tembus Gadok), harusnya pas keluar gerbang tol tadi langsung ambil kiri. Bertransaksi harga dengan mereka lalu ikuti panduan. Tapi,..yahh, sudahlah. Enjoy aja.. Toh kalau lapar kiri kanan banyak yang jualan berbagai jajanan: mulai dari tahu, bakso, sampai pizza. Kalau mau buang air kecil juga tidak perlu bingung kok. Rumah dan warung di pinggir jalan itu membuka jasa toilet umum.. Hehehe, saking seringnya orang-orang kejebak di sini kali ya?

Makanya cermati nih jadwal buka tutup Jakarta – Puncak berikut ini. Kenapa begitu?
Sebab, pada jam itu, lalu lintas Jakarta – Puncak hanya diberlakukan satu arah. Cermati letak hotel/restoran yang hendak anda tuju. Jangan sampai kelewatan. Sebab kalau kelewat, Anda tidak bisa mundur lagi lho. Musti tunggu dulu jam 12 siang, baru bisa balik lagi. Sayang waktunya kan?

Selasa, 21 April 2015

Tempat Rekreasi Anak di Bogor, Bermain di Alam Pedesaan: Pelita Village


Pernah dengar Pelita Village?

Belum pernah?

Tapi berencana mau ke sana?

Pastilah dalam rangka mengiringi anak Anda yang mau ke sana bareng sekolahannya. Tebakan saya sih begitu. Sebabnya tempat wisata alam yang satu ini tidak menerima tamu perorangan, melainkan hanya tamu rombongan. Biasanya sih anak-anak TK atau SD yang mau outbound atau jambore. Datangnya berombongan pakai bus. Jadi, kalau semisalnya Anda sekeluarga pengen jalan-jalan dan cari tempat main outdoor, maka dengan sangat menyesal, tidak bisa ke Pelita Village ini. Bisa cari tempat lain yang serupa dan mirip-mirip, misalnya ke Pasir Mukti atau Kuntum Farm Field. Kesemuanya ada di Bogor dan sama-sama bertemakan alam pedesaan dan peternakan (ranch). Di sana kalian bisa bermain lumpur, menangkap ikan, bermain dengan sapi, dan lain-lain. Cuma tetap ada bedanya.

Begini saya ulas sedikit antara ketiga tempat wisata alam di Bogor tersebut. Dari segi persamaannya dulu nih. Kesemuanya bertema alam pedesaan dan ranch (peternakan). Di sana anak-anak bisa memberi makan sapi, bermain dengan kambing, menangkap ikan, dan lain-lain. Hanya bedanya, di Kuntum Farm Field tidak ada permainan lumpur, membajak sawah dan menanam padi. Dan bedanya lagi, di Kuntum Farm Field tidak ada wahana outbound untuk anak. Jadi tidak bisa bermain meniti jembatan tali, memanjat, dan flying fox. Untuk outbound atau jambore lebih cocoknya memang di Pasir Mukti atau Pelita Village. Tapi, ada kelebihan yang dimiliki Kuntum Farm Field, yaitu mereka memiliki pusat pengembangan sayuran organik serta penelitian obat-obatan herbal. Itu unique selling point mereka.

Sebenarnya ada lagi nih tempat yang cocok untuk keperluan jambore anak. Namanya Situ Gintung. Letaknya tidak jauh dari Jakarta, yaitu di Ciputat. Tapi bedanya, di sini cuma bisa outbound saja, tidak ada sawah, lumpur, dan hewan ternak. Temanya bukan pedesaan. Bahkan di sini itu adanya kolam renang. Jadi habis outbound anak-anak bisa main air di kolam renang.


Suasana di tempat wisata alam Pelita Desa, Ciseeng, Bogor

Bagaimana caranya kalau mau ke Pelita Village (Pelita Desa)?

Senin, 30 Maret 2015

Makan Malam Di Mana di Puncak, Bogor? Restoran Bumi Nini, Cisarua


Selepas nonton Sirkus di Hotel Royal Safari Garden, Puncak, kami pun mulai berpikir mau cari makan…Berpikir??
Hehehe..sebetulnya bukan “berpikir” sih, tapi ini itu panggilan jiwa alias perut mulai keroncongan. Nah, yang dipikirkan itu, makannya itu enaknya di mana?

Berhubung kami ini turis (lokal) dari negeri antah berantah, tentunya ingin cari makanan yang khas lokal sini dong. Yang mencerminkan selera penduduk asli. Yang menghadirkan kelezatan kekayaan kuliner tradisional Puncak – Bogor. Makanannya enak dan tempatnya nyaman untuk keluarga dengan anak-anak balita. Itulah niatan mulia kami yang datang dari perut yang lapar.

Mulailah kami surfing di internet. Muncul beragam pilihan. Satay, anyone??
Oh no… not again! Bukannya kami tidak suka sate sih,..tapi kan tadi siang kami sudah makan Sate H. Kadir. Ini salah satu sate enak namun murah di antara beragam sajian warung sate kambing yang banyak bertebaran di jagat Puncak – Bogor ini.
Kali ini sepertinya mari kita kita coba masakan yang lain…

Apa lagi pilihannya, Bro?

Kalau kita carinya sajian masakan tradisional di Puncak: maka keluarlah di Google itu rekomendasi tempat makan “Bumi Aki”.
Ya..ya..ya..ini sepertinya sudah legendaris sekali ya…namanya aja Aki (kakek)…jangan-jangan ia sudah berdiri sejak jaman Nyonya Meneer...

Letaknya di mana, Bro? Di Puncak Pass…dari Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, berarti tinggal naik beberapa kilometer lagi ke atas, ke arah Cipanas.

Hmm,..agak-agak mikir juga..soalnya malam minggu Jalan Raya Puncak lumayan macet. Takutnya kelamaan nyampenya, dan jangan-jangan pas sampe, warungnya keburu tutup… Coba yang lain lagi, Bro!

Ini nih ada kloningannya,…namanya BUMI NINI. Cocok! Kakek pasangannya Nenek,..Aki pasangannya Nini. Dan Rumah Nenek ini jaraknya lebih dekat daripada Rumah Kakek. Cuma sekitar 1 – 2 km dari Hotel Royal Safari Garden. Untunglah!

Kalau mau ke Bumi Nini gampang…Dari Tol Jagorawi keluar di pintu tol terakhir: Ciawi. Dari situ lalu lurus naik ke atas, ke arah Puncak Pass / Cipanas. Naik saja terus, melewati Simpang Gadog (Perumahan Vimala), lewat Mega Mendung, lewat Bubur Bunut Sukabumi, ..lanjut melewati Taman Matahari,..dan tak berapa lama masuk daerah Cisarua dan di sebelah kiri terlihat Hotel Royal Safari Garden. Sudah hampir sampai…lurus ke atas sedikit lagi melewati Pasar Cisarua dan belokan Taman Safari Indonesia (ada di kanan jalan). Sekarang perlahan-lahan jalannya. Tengok kiri. Nah, itu dia plang-nya terlihat.

Langsung saja masuk. Parkirnya penuh sekali…tapi kami beruntung,..pas kami datang ada dua mobil yang keluar. Alhamdulillah!